Lontar Pengayam–Ayaman Dalam Tajen Bali

Date : 25-03-2017 | Tags: , , , ,


Lontar Pengayam–Ayaman Dalam Tajen Bali
Diwaktu ayam Bali kalah di daerah sendiri, ada dampak dominannya. Salah satu karya sastra ialah Lontar Pengayam – Ayaman, satu buah sastra yg jadi acuan buat adu ayam serta ikut bergeser. Serbuan ayam import menciptakan patokan dari lontar pengayam – ayam serta tidak berlaku penting. Pengamat & Penekun Tajen Made Sudana menyampaikan, menyampaikan dengan cara umum telah bergeser. Orang telah tidak memakai patokan dari pengayam – ayam. Karena orang telah sejak mulai merawat ayamnya bersama profesional. “Lontar pengayam – ayam tidak berlaku utama lagi, dikarenakan orang ketika ini memelihara ayam telah profesional,” sambungnya. Beliau mengemukakan orang telah memelihara ayam bersama vitamin, makanan khusus. Pola merawat yg rutin & latihan yg teratur. Maka muncul ayam yg ideal dengan cara fisik, kuat bertempur & yang lain. Bahkan yg menyimpang pula ada, ialah memakai ampethamin (sejenis ekstasi) buat menciptakan ayam kuat. “Karena adu ayam di Bali yg profesional telah ada, kelas dunia telah ada di Gianyar,” tandasnya. Tetapi ia menyampaikan, ada sekian banyak kelas bebotoh tajen (penjudi adu ayam). Ada yg tetap tradisional, ini kalangan lanjut usia. Rata – rata tetap memakai pengayam – ayaman, meskipun tipe ayamnya telah ayam import. Contohnya Soma Umanis, gajanang sareng ngelodang, leban ayam saking kauh Raja : Sekuning papak Bangkarna. Jaye : ijo kedas, wangkas, Biying Kuning pellet,Mate selem bangkarna. Kaon : brumbun kedas mate putih,klawu mate putih,biying kuning mate putih. “Ada yg tetap memakai pengayam – ayam, kalangan tradisional,” katanya. Seterusnya ada yg setengah – setengah, kadang dimanfaatkan kadang tak. Tapi yg dominan telah tidak memakai. Mereka pilih pola yg profesional. “Seperti mempersiapkan seseorang petinju. Makananya, olahraganya, vitamin & yang lain,” urai Sudana.