Cara Meningkatkan Stamina Ayam Laga Agar Tidak Cepat Lelah Beberapa cara untuk meningkatkan stamina ayam agar tidak cepat lelah dalam bertarung.

Date : 12-10-2016 | Tags: , ,

Agen Sabung Ayam,Palugadabet.com – Sebelum di mainkan di arena, mental, fisik, dan teknik ayam laga harus dipersiapkan untuk menghadapi pertarungan. Umur ideal untuk ayam laga adalah lebih dari 1 tahun. Ayam laga bisa mulai dilatih pada umur delapan bulan. Pada umur tersebut, ayam sudah memenuhi syarat untuk dilatih sebagai ayam petarung.

Latihan sebaiknya jangan terlalu dipaksakan agar tidak membuat ayam stress ataupun cedera. Latihan yang dilakukan harus disesuaikan dengan umur dan kemampuan ayam dan ditingkatkan porsi latihannya dari hari ke hari. Porsi latihan yang sesuai adalah latihan yang dilakukan hingga ayam lelah. Ayam yang sudah lelah akan ditandai dengan gerakannya yang lambat seperti tidak semangat dan napas yang tidak teratur.

Berikut ini adalah beberapa latihan yang perlu dilakukan untuk menghasilkan ayam aduan yang unggul.

1. Melatih Otot dan Stamina

Melatih otot dan stamina ayam sangat penting dilakukan sebelum ayam diturunkan ke arena. Otot dan stamina akan berpengaruh pada kekuatan pukulan, ketahanan menerima pukulan, dan ketahanan bertarung dalam waktu lama. Otot yang perlu dilatih adalah otot leher, sayap, dan kaki.

Melatih otot leher bertujuan agar otot leher lebih kuat dan lentur saat mencari kepala lawan untuk dipukul atau saat mengunci leher lawan. Latihan ini dilakukan dengan cara memutar leher ayam ke kiri dan ke kanan. Putaran yang dilakukan tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.

Melatih otot sayap bertujuan agar sayap cukup kuat untuk digunakan memukul lawan. Latihan yang dilakukan adalah dengan cara janturan. Ayam diangkat dengan kedua tangan, satu memegang dada dan satunya lagi memegang pangkal ekor. Tangan di dada dilepaskan dan tangan yang memegang pangkal ekor mengikuti jatuhnya ayam.

Melatih otot kaki bertujuan agar ayam mempunyai kuda-kuda yang kuat sehingga tidak mudah didesak lawan saat bertarung. Latihan ini dilakukan dengan cara menenkan punggung ayam ke bawah dan mendorongnya ke depan.

Melatih sayap dan kaki dilakukan dengan cara mengangkat ayam dan sedikit melemparnya ke depan. Ayam akan terlihat seakan memberikan pukulan kaki kepada lawan depannya sambil mengepakkan sayap. Selain itu, bisa juga menceburkan ayam ke kolam. Ayam akan berenang dan menggunakan kaki dan mengepakkan sayapnya.

Latihan di atas lebih baik dilakukan pada pagi dan sore hari dan digunakan untuk latihan stamina dan latihan tarung. Latihan stamina dapat dilakukan dengan latihan lari. Caranya adalah menyiapkan satu kurungan kecil dan satu kurungan yang lebih besar. Seekor ayam jantan akan dimasukkan ke dalam kurungan kecil dan ditutup dengan kurungan besar sehingga terdapat jarak 10-15 cm. Ayam akan coba bertarung dengan ayam yang ada di dalam kurungan.
Adanya jarak antara kurungan yang kecil dengan kurungan yang besar akan membuat ayam mencari celah untuk bertarung dan akhirnya akan membuatnya berlari dan melompat kke atas kurungan secara terus menerus mengelilingi kurungan. Kaki ayam yang dilatih bisa diberi pemberat untuk menambah porsi latihannya. Selain latihan lari, stamina ayam juga dapat dilatih dengan berenang dan sesekali kepala ayam dimasukkan ke dalam air untuk melatih nafasnya.

2. Melatih Langkah Kaki

Latihan langkah kaki akan membuat ayam pandai mencari dan mengontrol posisi pada saat bertarung dengan cara memutar badan dan kaki. Ayam tipe boxer harus mempunyai gerakan yang baik agar bisa mengontrol posisi. Latihan dapat dilakukan dengan cara memutar badan ayam ke kiri dan ke kanan bergantian. Badan ayam dipegang di sela badan dan sayap dengan satu tangan dan diputar perlahan.

3. Melatih Bertarung

Latihan tarung harus dilakukan sejalan dengan latihan otot dan stamina. Latihan tarung berguna untuk membentuk mental pantang menyerah dan meningkatkan pengalaman bertarung. Semakin banyak latihan tarung yang diberikan, maka akan semakin baik. Meskipun demikian, kita juga harus melihat kondisi ayam. Ayam yang dilatih tarung harus dalam kondisi prima. Latihan tarung bisa dilakukan 4-7 hari sekali.

Latihan tarung dilakukan dengan lawan tanding dan dengan tahap-tahap tertentu. Latihan tarung pertama tidak perlu terlalu lama dan dilakukan dengan membungkus paruh dan taji, baik yang dilatih maupun lawan tandingnya, untuk menghindari luka. Paruh dan taji yang dibungkus akan membuat ayam sulit untuk mematuk dan melakukan pukulan. Ayam banyak mengeluarkan teknik dengan gerakan-gerakan cepat sehingga latihan ini juga baik untuk otot ayam.

Latihan selanjutnya dilakukan dengan paruh ayam yang dilatih tidak dibungkus, tetapi taji masih dibungkus, sedangkan paruh dan taji lawan masih dibungkus. Latihan berikutnya dilakukan dengan paruh dan taji ayam yang dilatih tidak dibungkus, tetapi paruh dan taji lawan masih dibungkus. Ditahap ini akan terlihat teknik dan kecepatan tarung ayam yang dilatih. Selain itu, mental dan kepercayaan diri akan meningkat karena dapat terus memukul lawan dengan mudah.

Tahap terakhir dilakukan dengan paruh lawan tidak dibungkus lagi, tetapi taji tetap dibungkus untuk menghindari luka serius. Di tahap ini ayam yang dilatih akan merasakan patukan-patukan dan pukulan dari lawan sehingga menimbulkan luka. Bekas luka yang timbul akan membuat kulit ayam semakin tebal sehingga tidak mudah terluka kembali. Latihan tersebut dilakukan beberapa kali dengan lawan tanding yang berbeda teknik tarungnya agar pengalaman yang diperoleh semakin banyak. Hal yang perlu diingat adalah lawan tanding dipilihkan yang sebanding agar ayam yang dilatih percaya diri dan mentalnya semakin kuat. Latihan tersebut dilakukan dengan durasi waktu yang semakin meningkat sehingga pada latihan tarung terakhir ayam mampu melakukan pertarungan selama durasi waktu pada pertarungan yang sebenarnya di arena.

Demikian informasi mengenai Cara Meningkatkan Stamina Ayam Laga Agar Tidak Cepat Lelah

Salam Terhangat Dari Kami Palugadabet^^

BACA JUGA>>  9 Ayam Laga Paling Populer di Dunia