Hari Baik Untuk Adu Ayam/Sabung Ayam Menurut Buku Primbon Jawa Kuno Yang Masih Di Percayai

Date : 11-10-2016 | Tags: , , , ,

Agen Sabung Ayam, Palugadabet – Orang Jawa memang dikatakan tidak bisa meninggalkan kepercayaan mengenai Klenik dan juga hal – hal gaib serta mitos mitos dari Orang Jawa Kuno, sampai di kaitkan dengan Adu Ayam/Sabung Ayam.

Adu Ayam telah ada pada zaman dahulu bahkan  pada saat era zaman kerjaan, terlebih lagi masyarakat Jawa Kuno masih menggunakan yang namanya Buku Primbon Jawa. Dalam Primbon Jawa banyak disebutkan mengenai Adu Ayam/Sabung Ayam terutama tentang hari baik untuk bertanding dan pantangan – pantangan dalam  Adu Ayam, bahkan di Primbon Jawa Kuno dibahas mengenai Mantra – Mantra untuk Adu Ayam.

Menurut sebagian orang Jawa, kepercayaan ini sudah ada sejak turun temurun dan masih di percayai oleh beberapa orang. Memang semua ini berhubungan langsung dengan hal – hal tentang mitos kegaiban Jawa Kuno dan masih mempercayai Klenik dan Petungan.

Dalam Primbon Jawa Kuno menjelaskan mengenai hari baik untuk Adu Ayam. Jumlah hari baik menurut Primbon Jawa yaitu 10, 12, 14 dan 17, dan jumlah hari buruk yaitu 7, 8, 9, 13, 15, 16 dan 18. Jumlah hari tersebut merupakan ramalan dari Primbon Jawa, dan sampai sekarang masih banyak orang yang menggunakan jumlah hari baik dari Buku Primbon Jawa untuk melakukan pertandingan Adu Ayam/Sabung Ayam.

Berikut ini merupakan salah satu kutipan dari Primbon Jawa mengenai hari baik dan hari buruk serta juga tentang pantangan dalam Adu Ayam yang masih   dilakukan oleh masyarakat Jawa sendiri :

  1. Rabu Pon – Sangat beruntung membawa Ayam yang berwarna Wido ( Jalak )
  2. Rabu Legi – Ayam boleh di bawa pemiliknya kemanapun
  3. Rabu Kliwon – Ayam tidak boleh di bawa pemiliknya kemanapun
  4. Rabu Pahing – Ayam tidak boleh di bawa oleh pemiliknya ke arah selatan dan utara
  5. Rabu Wage – Ayam tidak boleh di bawa pemiliknya ke arah utara
  6. Jumat Legi – Ayam yang berwarna Wiring Galih memiliki keberuntungan yang lebih
  7. Jumat Kliwon – Membawa Ayam yang memiliki penampilan gagah
    untuk bertarung di wilayah sendiri

Hari baik dan hari buruk serta juga pantangan yang di kutip dari Buku Primbon Jawa, tidak menutup kemungkinan bahwa semua itu akan berhasil. Akan tetapi beberapa masyarakat Jawa masih menjadikan Buku Primbon sebagai panduan untuk melakukan pertandingan Adu Ayam/Sabung Ayam.

Namun sebelum memulai pertandingan, alahkah baiknya kita mewaspadai orang yang berniat licik kepada kita, dengan melakukan trik curang bahkan memberikan biji – bijian yang sudah dilumuri racun untuk ayam aduan kita. Untuk menghindari semua itu, sebaiknya kita membawa seseorang yang dapat menjaga ayam kita sebelum pertandingan di mulai. Itulah sedikit ulasan mengenai Primbon Jawa Kuno untuk Pertandingan Sabung Ayam yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa. Sampai sekarang pun masih banyak masyarakat Jawa yang percaya dengan Buku Primbon, bahkan di luar Jawa pun banyak orang yang menggunakan Buku Primbon Jawa Kuno.

Salam Hangat Dari Kami Palugadabet ^^

BACA JUGA TENTANG : MITOS MENGENAI MANTRA ADU AYAM