Cara Merawat Ayam Bangkok Yang Terluka

Date : 05-12-2016 | Tags: , , , , , , ,

Cara merawat ayam bangkok setelah diadu.Sabung Ayam Online

Sabung Ayam Online  Palugadabet– Ayam Aduan memerlukan perawatan yang serius karena ayam setelah selesai diadu pasti mengalami luka luar maupun luka dalam yang tidak diketahui oleh pemiliknya. Ayam aduan harus segera dirawat supaya dapat kembali bertarung lagi di pertandingan berikutnya. Kondisi fisik ayam harus segera fit supaya tidak mudah diserang penyakit yang dengan mudahnya menyerang ayam yang fisiknya sedang lemah.

Sabung Ayam Online – Berikut beberapa cara merawat ayam aduan:

  1. Membersihkan luka luar dengan antiseptik seperti revanol atau yodium atau obat merah atau betadin. Bisa juga dibersihkan dengan minyak tanah atau bensin. Obat sariawan seperti abothil atau medisio yang sekarang lagi populer bisa digunakan karena lebih cepat menyembuhkan luka.
  2. Jika luka ayam bangkok terus mengalir, harus dihentikan dulu dengan memberikan bubuk kopi. Jika luka kena taji atau luka apapun yang terbuka cukup lebar maka harus dijahit. Jika tidak dijahit maka tidak akan bisa kembali seperti semula lagi.
  3. Kemudian semua permukaan luka diolesi dengan antibiotik alami atau obat antibiotik untuk antisipasi infeksi. Bisa menggunakan antibiotik kapsul cair, kapsul bubuk, atau pasta salep seperti oxytetracycline atau Gentamicine. Tapi pada umumnya banyak yang lebih menggunakan parutan kunyit. Parutan kunyit atau kunyit digiling dioleskan ke seluruh bagian yang luka dan juga seluruh bagian kulit tubuh yang mungkin saja ada memar-memar kecil yang tidak terlihat. Pada luka cukup parah, pemberian salep atau kunyit diulang 2 kali sehari pagi dan sore.
  4. Jika perlu untuk luka yang parah dan dalam, misalnya bekas kena taji, suntikan antibiotik cair atau antibiok amoxicilin yang dicairkan di sekitar luka.
  5. Berikan antibiotik yang umum digunakan seperti amoxicilin 1 tablet untuk ditelankan pada ayam bangkok. Tujuannya untuk menyembuhkan luka dalam dan mempercepat penyembuhan luka luar. Bahan alami seperti parutan kunyit, jahe dan gula merah dapat diberikan untuk menyehatkan tubuh dan mengantisipasi jika terjadi ganguan pencernaan seperti berak encer.
  6. Bila paruh ayam bangkok goyang atau terlepas, maka pasang dan rapihkan kembali dengan mengikatkan benang ke jengger. Tentunya sebelumnya dibersihkan dahulu dan diberi kunyit atau salep. Bagaimanapun paruh asli tetap harus dipasang kembali, jika tidak maka paruh pengganti akan tumbuh tidak terarah dan bisa cacat bentuknya.
  7. Jika mata ayam bangkok juga terkena taji, pukulan atau “siwer”, berikan cairan dari cabe yang berwarna merah. Air dari cabe sangat perih, tetapi cepat menyembuhkan luka. Bisa di double dengan pemberian salep antibiotik seperti oxytetracycline atau Gentamicine.
  8. Sebelumnya jangan lupa melemaskan seluruh otot-otot ayam bangkok setelah di adu, mulai dari otot leher, sayap, hingga otot paha dan kaki. Terutama bagian kaki perlu dilemaskan, karena jika tidak besok-besoknya dikhawatirkan ayam akan kaku berjalan, dan bisa muncul penyakit tedun atau turun urat. Oleskan (tetapi jangan diurut) pada kaki dan paha bahan-bahan hangat untuk melancarkan peredaran darah, misalnya parutan jahe, batang sereh, atau yang gampang pake GPU atau Geliga.
  9. Jika ayam bangkok belum mau makan secara normal, maka bantu dengan pemberian cairan menggunakan spet yang ujungnya diberi selang kecil, atau cukup dengan suntikan yang jarumnya dilepaskan. Cairan yang diberikan adalah larutan gula merah, sedikit susu cair jika ada, tambah multivitamin. Hari-hari berikutnya bisa diberikan makanan yang mudah dicerna dengan cara dilolohkan.
  10. Lalu kandangkan ayam aduan di tempat menyendiri agak jauh dari ayam jago lainya. Jika perlu dekatkan dengan kandang ayam betina untuk memancing gairah mental kelelakiannya yang secara fisikologis dapat mempercepat proses penyembuhan.